Feeds:
Posts
Comments

Dasar Hukum: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I. NO.PER-04/MEN/1994 TENTANG TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN BAGI PEKERJA DIPERUSAHAAN.

 (1)        Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih berhak atas THRK sebesar 1(satu) bulan upah.

(2)        Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan berhak atas THRK yang diberikan secara proporsional yaitu perhitungan masa kerja/12 x 1(satu) bulan upah.

(3)        Upah dalam menghitung THRK adalah upah pokok di tambah tunjangan-tunjangan tetap.

(4)        Pemberian THR disesuaikan dengan Hari Raya Keagamaan, masing-masing pekerja kecuali kesepakatan pengusaha dan pekerja menentukan lain.

(5)        Pembayaran THR wajib dibayarkan oleh pengusaha selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

(6)        Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR.

Unofficial translation:

 Legal Basis: MINISTER OF MANPOWER OF THE REPUBLIC OF INDONESIA REGULATION NO. PER-04/MEN/1994 REGARDING RELIGIOUS HOLIDAY ALLOWANCE FOR EMPLOYEE IN A COMPANY.

 1. Employee who has been working for consecutive 12 months or more entitles to religious holiday allowance (RHA) amounting to 1 month salary*

 2. Employee who has been working for consecutive 3 months but less than 12 months entitle to the RHA which proportionally calculated as follow:

Working period/12 x 1 month salary*

 3. Terms of “Salary” shall refer to basic salary plus fixed allowance(s).

 4. The RHA is given according to the religious holiday of respective employee, unless agreed otherwise.

 5. The RHA shall be paid by employer at the latest 7 days before the Religious Holiday.

 6. The employee whose employment is ended within 30 days before the Religious Holiday entitles to the RHA.

Demi Masa

Bismillahirrahmanirrahiim

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

1. Wal ‘ashr.
1. Demi masa,
2. Innal insaana la fii khusr.
2. sesungguhnya manusia dalam kerugian,
3. Illal ladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati wa tawaashau bil haqqi wa tawaashau bish shabr.
3. kecuali orang-orang yang beriman dan
beramal saleh dan saling berwasiat
dengan kebenaran dan saling berwasiat
dengan kesabaran.

(Q.S. Al Ashr; 1-3)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!